
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Al Khoziny kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik melalui penyelenggaraan Simulasi Borang Akreditasi bersama Asesor LAMDIK. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya sistematis prodi dalam mempersiapkan akreditasi yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan standar penilaian terbaru dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Kegiatan simulasi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAI Al Khoziny, Dr. H. Syaifuddin, M.Pd.I, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen strategis untuk menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya kesiapan dokumen, pemahaman instrumen, serta keselarasan data akademik agar proses akreditasi dapat berjalan optimal.
“Akreditasi harus dipahami sebagai proses refleksi institusional. Melalui simulasi ini, kita tidak hanya menyiapkan borang, tetapi juga menguatkan budaya mutu di lingkungan Prodi PAI,” ujar Warek I dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, Asesor LAMDIK sekaligus Wakil Rektor I UIN Sunan Ampel Surabaya. Kehadiran beliau memberikan nilai strategis tersendiri karena peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang akreditasi, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis langsung dari asesor yang berpengalaman dalam proses penilaian.

Dalam sesi pengantar, Prof. Ali Mudlofir menyampaikan strategi umum menghadapi akreditasi, khususnya bagi program studi kependidikan seperti PAI. Ia menekankan bahwa keberhasilan akreditasi sangat ditentukan oleh konsistensi antara data, narasi, dan bukti pendukung. Dokumen yang baik bukan hanya lengkap, tetapi juga mampu menggambarkan kinerja prodi secara jujur, logis, dan berbasis capaian.
Sesi berikutnya difokuskan pada pembahasan instrumen LAMDIK yang digunakan dalam penyusunan borang akreditasi. Prof. Ali menjelaskan secara rinci struktur instrumen, logika penilaian, serta keterkaitan antarbagian yang sering kali luput diperhatikan oleh tim penyusun borang. Pemahaman mendalam terhadap instrumen ini dinilai sangat krusial agar penyusunan dokumen tidak bersifat parsial atau sekadar deskriptif.
Kegiatan kemudian berlanjut pada pembahasan teknis terkait jumlah item yang harus dipenuhi dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS). Pada sesi ini, narasumber menjelaskan perbedaan karakter kedua dokumen tersebut. LED diposisikan sebagai dokumen naratif-analitis yang menggambarkan kondisi, capaian, serta tantangan prodi, sementara DKPS berfungsi sebagai dokumen data kuantitatif yang menjadi bukti kinerja.

Tidak hanya berhenti pada pemaparan teori, simulasi ini juga mencakup pemeriksaan langsung dokumen LED dan DKPS yang telah disiapkan oleh Prodi PAI. Pemeriksaan dilakukan secara kritis dengan menyoroti kesesuaian antara narasi LED dan data DKPS, konsistensi antarbagian, serta kelengkapan bukti pendukung. Melalui proses ini, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai aspek-aspek yang perlu diperkuat sebelum proses akreditasi sesungguhnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan simulasi penilaian LED berdasarkan rubrik instrumen LAMDIK. Dalam sesi ini, Prof. Ali Mudlofir mensimulasikan cara asesor membaca, menilai, dan memberikan skor terhadap LED. Peserta diajak memahami bagaimana setiap indikator dinilai, kesalahan umum yang sering terjadi, serta strategi meningkatkan skor melalui penguatan analisis dan relevansi data.
Simulasi ini memberikan pengalaman belajar yang sangat aplikatif bagi tim prodi dan sivitas akademika yang terlibat. Peserta tidak hanya memahami “apa yang harus ditulis”, tetapi juga “bagaimana tulisan tersebut dibaca dan dinilai oleh asesor”.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI IAI Al Khoziny berharap dapat menyempurnakan dokumen akreditasi secara lebih sistematis dan berbasis standar mutu. Simulasi bersama asesor LAMDIK ini sekaligus menjadi bukti keseriusan institusi dalam membangun tata kelola akademik yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang tepat, Prodi PAI optimis mampu menghadapi proses akreditasi dengan lebih percaya diri serta meraih hasil yang mencerminkan kinerja dan dedikasi akademik yang telah dibangun selama ini.
