IAI Al Khoziny Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 sebagai langkah strategis untuk memastikan proses perkuliahan berjalan efektif, proporsional, dan berorientasi pada kualitas akademik. Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan akademik, khususnya terkait penjadwalan perkuliahan dan distribusi beban mengajar dosen.

Rapat koordinasi tersebut dimoderatori oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Wahyu Parihin, yang secara aktif mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus pada agenda utama. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor II, Drs. Mushodaq, M.Pd.I, yang menekankan pentingnya tata kelola akademik yang tertib dan berkeadilan sebagai fondasi mutu pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Warek II menyampaikan bahwa penjadwalan perkuliahan bukan semata persoalan teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas pembelajaran, kesejahteraan dosen, serta kenyamanan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang solid antarunit agar kebijakan yang dihasilkan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Wakil Rektor I, Dr. Syaifuddin, M.Pd.I, yang memberikan penekanan pada aspek akademik dan pedagogis. Dalam arahannya, Warek I menegaskan tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan rapat. Pertama, jumlah mata kuliah dalam satu hari perkuliahan dibatasi maksimal tiga mata kuliah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga efektivitas proses belajar mengajar, menghindari kelelahan kognitif mahasiswa, serta memastikan setiap mata kuliah dapat diserap secara optimal.

Kedua, rapat menyoroti pentingnya perimbangan dan pemerataan jam mengajar dosen. Distribusi beban mengajar yang adil dinilai tidak hanya berdampak pada kinerja dosen, tetapi juga pada stabilitas akademik program studi. Dengan pembagian jam yang proporsional, dosen diharapkan dapat menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi secara lebih optimal.

Ketiga, rapat membahas secara khusus pembagian jadwal perkuliahan yang proporsional dan realistis, baik dari sisi waktu, hari, maupun ketersediaan dosen. Penjadwalan yang baik diharapkan mampu meminimalkan benturan jadwal, meningkatkan kedisiplinan akademik, serta mendukung suasana belajar yang kondusif.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta rapat, mencerminkan semangat kolektif untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademik di IAI Al Khoziny Sidoarjo. Melalui rapat koordinasi ini, institusi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem perkuliahan yang terencana, manusiawi, dan berorientasi pada mutu.

Dengan persiapan yang matang sejak awal, IAI Al Khoziny Sidoarjo optimis bahwa pelaksanaan Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan selaras dengan visi pengembangan pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan