
Sidoarjo, 8 Pebruari 2026 — Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny terus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus melalui kegiatan bertajuk “Academic Writing: Strategi Menulis Skripsi Kontemporer”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pendampingan akademik bagi mahasiswa tingkat akhir agar mampu menyusun proposal dan skripsi secara sistematis, metodologis, dan relevan dengan perkembangan keilmuan mutakhir.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa dari berbagai program studi ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Dr. H. Muhammad Fahmi, M.Hum., M.Pd., Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Kaprodi S1 PGMI IAI Al Khoziny, serta Hj. Ainur Risalah, M.Pd., Kaprodi PIAUD IAI Al Khoziny. Keduanya dikenal aktif dalam pengembangan akademik dan pendampingan riset mahasiswa.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor II IAI Al Khoziny, Drs. H. Mushodaq, M.Pd.I., yang menegaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan kompetensi kunci bagi mahasiswa perguruan tinggi. Menurutnya, skripsi tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi indikator kualitas akademik mahasiswa sekaligus institusi.
“Academic writing bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi cerminan cara berpikir ilmiah mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu menulis skripsi yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga bermutu dan berkontribusi secara keilmuan,” ujarnya.

Warek II juga menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar mahasiswa tidak terjebak pada praktik penulisan yang bersifat formalistis, melainkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang orisinal, relevan, dan bertanggung jawab secara akademik.
Materi utama disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Fahmi, M.Hum., M.Pd., yang mengulas secara mendalam tentang strategi menulis skripsi dalam konteks akademik kontemporer. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama mahasiswa saat ini bukan hanya pada penguasaan teori, tetapi pada kemampuan menerjemahkan gagasan ke dalam struktur penulisan ilmiah yang logis dan sistematis.
Dalam paparannya, Dr. Fahmi menjelaskan hakikat proposal skripsi sebagai peta awal penelitian yang menentukan arah dan kualitas hasil penelitian. Ia menguraikan ruang lingkup topik penelitian yang dapat dikembangkan mahasiswa, mulai dari perencanaan pembelajaran, model dan strategi pembelajaran, media dan evaluasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga studi pemikiran tokoh pendidikan Islam.
Selain itu, ia juga memaparkan berbagai bentuk penelitian skripsi, seperti penelitian kuantitatif, kualitatif, penelitian kepustakaan, penelitian tindakan kelas (PTK), serta penelitian pengembangan. Menurutnya, setiap jenis penelitian memiliki karakteristik dan sistematika penulisan yang berbeda, sehingga mahasiswa perlu memahami pilihan metodologisnya sejak awal.
“Banyak proposal ditolak bukan karena topiknya kurang menarik, tetapi karena ketidaktepatan metode dan inkonsistensi antarbagian proposal. Di sinilah pentingnya pemahaman academic writing yang utuh,” jelasnya.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Hj. Ainur Risalah, M.Pd., yang menekankan aspek teknis dan ketelitian dalam menyusun proposal dan skripsi. Ia mengulas secara sistematis bagian-bagian utama proposal, mulai dari judul, latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hingga metode penelitian dan sistematika pembahasan.
Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan variabel, indikator, dan definisi operasional, khususnya dalam penelitian kependidikan. Menurutnya, proposal yang disusun secara rapi dan terukur akan memudahkan mahasiswa dalam proses bimbingan sekaligus meminimalkan revisi berulang.
“Menulis skripsi adalah proses akademik yang menuntut ketekunan, konsistensi, dan kejujuran ilmiah. Proposal yang baik akan sangat membantu mahasiswa saat turun ke lapangan atau melakukan kajian pustaka,” ungkapnya.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta. Bilal, mahasiswa PGMI semester akhir, mengaku kegiatan ini memberinya pemahaman baru tentang alur berpikir dalam menulis skripsi.
“Selama ini saya sering bingung memulai latar belakang dan menyambungkannya dengan rumusan masalah. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih paham alur logis penulisan proposal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ifdatur, mahasiswa PIAUD, yang menilai kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyusun skripsi.
“Materinya sangat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tingkat akhir. Penjelasan tentang jenis penelitian dan struktur proposal membuat kami lebih siap untuk mulai menulis,” tuturnya.
Diskusi dan sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling diminati peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar pemilihan topik penelitian, strategi menemukan kebaruan penelitian, hingga teknik menjaga konsistensi penulisan akademik. Begitu antara lain yang disampaikan oleh Aidella Rahmah, Mahasiswi PGMI. Melalui kegiatan “Academic Writing: Strategi Menulis Skripsi Kontemporer”,

IAI Al Khoziny berharap mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang lebih matang dalam menyusun proposal dan skripsi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam membangun tradisi akademik yang kuat, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan keilmuan, sebagai fondasi penting bagi peningkatan mutu lulusan di masa depan.
