
Pada hari Senin, 15 September, IAI Al Khoziny ikut merasakan duka yang mendalam, akibat dari kehilangan salah satu sosok yang penuh kasih sayang, Ibu Tomani binti Kartam, ibu dari Saudara Taseman, M.Pd.I, dosen di IAI Al Khoziny, yang telah menghadap kepada Allah SWT setelah beberapa waktu mengalami sakit. Kepergian almarhumah meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, teman, dan para kolega, termasuk di lingkungan kampus tempat putranya mengabdi.
Almarhumah yang beralamat di Dsn Sumberejo, Desa Somowinangun, Kec. Karangbinangun, Kab. Lamongan, merupakan sosok yang penuh kelembutan dan kasih sayang, baik kepada keluarganya maupun masyarakat di sekitarnya.

Kepergiannya membuat rasa kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya.
Sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian, keluarga besar IAI Al Khoziny telah ber-takziyah untuk mengungkapkan dukacita mereka. Kehadiran rekan-rekan sejawat, para mahasiswa, dan anggota civitas akademika lainnya memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi keluarga almarhumah.
Hal ini menunjukkan bahwa IAI Al Khoziny bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling peduli dan memberikan perhatian di saat-saat sulit.
Takziyah yang dilakukan di rumah duka menjadi momen yang sangat mengharukan. Para dosen dan staf serta perwakilan mahasiswa dan mahasiswi IAI Al Khoziny datang tidak hanya untuk memberikan doa bagi almarhumah, tetapi juga untuk menguatkan Saudara Taseman dan keluarga yang sedang berduka.

Mereka menyampaikan kata-kata yang penuh kehangatan dan memberikan semangat, mengingat bahwa dalam kehidupan, ujian dan cobaan datang silih berganti, dan saling menguatkan adalah hal yang sangat penting.
Selain memberikan dukungan secara langsung, IAI Al Khoziny juga turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Doa yang dipanjatkan bersama-sama diharapkan dapat menjadi wasilah jariyah bagi almarhumah serta memberikan ketenangan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bentuk kepedulian IAI Al Khoziny ini tidak hanya sebatas takziyah semata, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan di kampus ini. Kampus yang mengutamakan rasa kebersamaan, saling menghormati, dan peduli terhadap sesama.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa IAI Al Khoziny mengutamakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di luar kelas, dalam hubungan antar individu.
Kepergian almarhumah menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menghargai waktu bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Dalam setiap langkah hidup, kita harus selalu menyadari bahwa di balik setiap cobaan, ada hikmah yang dapat kita ambil. Semoga almarhumah Ibu Tomani binti Kartam diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini.